Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas dan struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2015–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakteristik industri pertambangan yang bersifat padat modal, berisiko tinggi, serta sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, sehingga keputusan terkait pengelolaan likuiditas dan struktur pendanaan memiliki peran penting dalam menentukan kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kausal. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan variabel independen meliputi likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) dan struktur modal yang diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR). Selain itu, penelitian ini memasukkan intensitas aset tetap sebagai variabel kontrol untuk merefleksikan karakteristik operasional perusahaan pertambangan. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria kelengkapan data laporan keuangan selama periode penelitian, sehingga diperoleh 28 perusahaan sebagai sampel. Dengan periode pengamatan selama sepuluh tahun, total data observasi yang digunakan berjumlah 280. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R-squared). Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas dan struktur modal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Secara parsial, likuiditas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pertambangan.
Copyrights © 2026