Revolusi teknologi digital telah mengakselerasi transformasi ekonomi nasional, dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan regional. Meskipun demikian, pelaku UMKM di Kabupaten Lampung Timur masih terbentur kendala struktural dalam memaksimalkan potensi digitalisasi, mencakup rendahnya kompetensi literasi teknologi, keterbatasan akses infrastruktur internet, serta minimnya bimbingan teknis komprehensif dari institusi pendukung. Situasi ini memicu disparitas produktivitas yang mencolok, melemahkan posisi kompetitif dan potensi ekspansi pasar UMKM lokal di era ekonomi digital. Kajian ini dirancang untuk mengukur tingkat implementasi teknologi digital serta menguji hubungan fungsionalnya terhadap progresivitas UMKM di wilayah tersebut. Parameter pertumbuhan UMKM dievaluasi melalui indikator kuantitatif berupa eskalasi pendapatan penjualan, rasionalisasi efisiensi proses bisnis, dan diversifikasi akses pasar. Metodologi kuantitatif korelasional diterapkan melalui purposive sampling terhadap 32 pelaku UMKM menggunakan instrumen kuesioner skala Likert yang tervalidasi. Utilisasi teknologi digital mencapai level tinggi dengan skor agregat 4,12 dari skala 5,00. Performa UMKM mengekshibisikan trajektori positif pada seluruh parameter evaluasi. Analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien 0,732 (p < 0,05), Hubungan yang kuat dan bermakna secara statistik antara digitalisasi dengan perkembangan UMKM terbukti secara empiris. Analisis regresi linier sederhana mengungkap bahwa variabel adopsi teknologi digital secara signifikan menjelaskan 53,6% fluktuasi dalam pertumbuhan usaha, yang mengindikasikan adanya korelasi proporsional langsung antara tingkat intensitas pemanfaatan teknologi digital dengan pencapaian performa bisnis optimal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Lampung Timur
Copyrights © 2026