Pasar modal syariah memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia sebagai sarana investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Salah satu indikator utama kinerja pasar modal syariah adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang pergerakannya dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, dan BI Rate terhadap pergerakan ISSI pada periode 2020–2025, yaitu fase pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 yang ditandai oleh dinamika kebijakan moneter dan fluktuasi ekonomi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series bulanan yang bersumber dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara simultan variabel makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap ISSI. Secara parsial, jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap ISSI, sedangkan nilai tukar rupiah dan BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan. Tingkat inflasi menunjukkan pengaruh positif namun relatif lemah. Selain itu, ISSI periode sebelumnya memiliki pengaruh positif yang signifikan, mengindikasikan adanya efek lag dalam pergerakan indeks. Model regresi telah memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil estimasi dapat diinterpretasikan secara valid. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi, khususnya likuiditas moneter, nilai tukar, dan kebijakan suku bunga, dalam menjaga kinerja pasar modal syariah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor syariah, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam memahami dinamika pasar saham syariah di Indonesia.
Copyrights © 2026