Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering ditemukan di Indonesia maupun di negara berkembang dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ibu, proses persalinan, serta pertumbuhan dan perkembangan janin. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan morbiditas maternal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin adalah pemberian telur rebus sebagai sumber protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, dan mikronutrien lain yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian telur rebus terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil dengan anemia ringan yang diambil menggunakan teknik total sampling di wilayah kerja puskesmas setempat. Intervensi yang diberikan berupa konsumsi satu butir telur rebus setiap hari selama 14 hari disertai pemantauan kepatuhan. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat yang terstandar. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,10 g/dL dan setelah intervensi meningkat menjadi 11,13 g/dL dengan selisih rata-rata 1,03 g/dL. Uji statistik menunjukkan pengaruh signifikan (p<0,05). Telur rebus dapat menjadi intervensi gizi sederhana bagi ibu hamil anemia ringan
Copyrights © 2026