Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara empiris hubungan antara program tahsin dan tahfidz ibu dengan pola asuh keagamaan dalam lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku religius sejak usia dini. Dalam konteks ini, ibu menempati posisi sentral sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan yang menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pembiasaan ibadah, pengajaran membaca Al-Qur’an, komunikasi religius, serta pembinaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Program tahsin dan tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas bacaan, memperkuat hafalan, serta menumbuhkan kesadaran spiritual dan komitmen pengamalan ajaran Islam, yang diharapkan berdampak pada pola pengasuhan keagamaan di dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk mengkaji hubungan antarvariabel tanpa memberikan perlakuan tertentu. Subjek penelitian terdiri atas 53 ibu peserta program tahsin tahfidz yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dan dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,35 yang lebih besar daripada r tabel 0,273, mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara program tahsin ibu dengan pola asuh keagamaan dalam keluarga. Meskipun demikian, tingkat keeratan hubungan berada pada kategori rendah, menunjukkan bahwa pola asuh keagamaan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti latar belakang pendidikan orang tua, lingkungan sosial, peran ayah, serta budaya keagamaan dalam keluarga.
Copyrights © 2026