Meningkatnya produksi limbah akibat aktivitas manusia menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan karena dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta berdampak negatif terhadap keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pemanfaatan limbah sebagai bahan alternatif dalam bidang teknik sipil, khususnya pada konstruksi perkerasan jalan, guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal panas serta pengaruhnya terhadap karakteristik Marshall. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi penambahan glass powder sebesar 0%, 2%, 4%, dan 8%, serta crab shell waste sebesar 0%, 1%, 3%, dan 5%. Seluruh proses pengujian dilaksanakan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang menggunakan metode Marshall Test untuk mengevaluasi parameter stabilitas, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VIM, VMA, stabilitas, dan flow tertinggi diperoleh pada campuran dengan variasi glass powder 8% dan crab shell waste 3%, yaitu masing-masing sebesar 4,82%; 21%; 1055,52 kg; dan 3,70 mm. Sementara itu, nilai VFB tertinggi sebesar 80,20% diperoleh pada campuran glass powder 0% dan crab shell waste 3%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste berpotensi meningkatkan kinerja campuran aspal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan
Copyrights © 2026