Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS TRAFFIC LIGHT JALAN CINDE KEDUNGMUNDU SEMARANG Sulistyo, Juny Andry
Pondasi Vol 28, No 2 (2023): Desember
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v28i2.34600

Abstract

One of the main indicators of the development progress of a region or city is transportation; Cities that have good transportation services will become developed. The aim of this research is to measure intersection performance based on the degree of saturation, delays and queue length, as well as to find out how the intersection functions during peak hours.The 1997 Indonesian Road Capacity Manual is used as a reference for assessing intersection performance. This study uses a quantitative methodology with direct research in the field. CCTV cameras and Go-Pro cameras are used as analytical tools in the field.According to research conducted at Simpang Jalan Cinde, the value of the degree of saturation at the Jalan Army Student - Kedung Mundu intersection is 0.61 for the southern approach, 0.51 for the western approach, and 0.51 for the eastern approach.
Implementation of Building Construction Management Anwar, Rizali Roy; Pratikso, P; Wibowo, Kartono; Sulistyo, Juny Andry
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.8.1.24-31

Abstract

The problem of building construction on soft soil of the structure, so that at the planning stage it is known that there are quite a lot of design criteria, especially in the lower building structure and ground floor. Similarly, during the development phase, construction equipment and methods face the problem of a very high level of risk analyst on soft soil conditions and prone to subsidence. Resource risk plays an important role in the project time frame on infrastructure projects on soft soils during the construction phase. The use of Decision Support System (DSS) for construction project management with a Scientific Evolution Analysis approach., The methodology used is that building repair priorities can be used using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Profile Matching methods. The method is carried out by the implementation of building construction, which is analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with Excel application software. The decision-making system model was created by generating a computer-based Building Information Management (BIM) application with MySQL. The results of this study are several alternative construction design designs for the bottom of buildings on soft soil depending on the number of floors that greatly affect the type of underground building other than the type of soil, or without D walls and piles and the model developed makes it easy to choose the type of foundation because it is computer-based with PHP-MySQL program.
ANALISA PENGARUH GEOMETRI JALAN RAYA TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN (BLACKSPOT AREA) Kurniawan, Wawan; ., Adhar; Rochim, Abdul; Sulistyo, Juny Andry
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan arteri ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupatendengan kota. Jalan ini memiliki tingkat lalu lintas yang tinggi dan sering terjadikecelakaan yang mengakibatkan kerugian baik dari segi nyawa maupun hartabenda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rentanterhadap kecelakaan (Blackspot area), serta untuk mengevaluasi korelasi atauhubungan antara nilai EAN (Equivalent Accident Number) dengan radiustikungan.Pengumpulan data utama melibatkan informasi tentang karakteristik fisikjalan, data rata-rata waktu tempuh, serta infrastruktur jalan yang diperolehmelalui survei langsung di lapangan. Langkah-langkah dalam menganalisis lokasiyang berpotensi rawan kecelakaan dilakukan dengan menerapkan metode EAN.Hasil dari analisis menunjukkan bahwa lokasi-lokasi yang rentan terhadapkecelakaan di ruas jalan ini terletak pada dua tikungan horizontal, di mana nilaiEAN-nya melebihi nilai kritis EAN, yaitu 99 > 64. Dari hasil analisis ini, faktoryang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap variasi nilai EAN adalahukuran lengkungan dan sudut lengkungan.Kata Kunci: Blackspot Area, EAN, Geometri.
ANALISA BETON MORTAR BUSA DENGAN BAHAN TAMBAHAN STEEL FIBER DAN AGREGAT SLAG UNTUK PERKERASAN JALAN Aji, Bagus Bima; Ruslani, Firlan; ., Antonius; Sulistyo, Juny Andry
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan perkerasan jalan mengalami permasalahan struktur tanah yang tidakstabil karena menemui tanah problematik. Untuk mengatasi permasalahan tersebutdalam bidang konstruksi material penyusun beton mengalami perkembangan,salah satunya beton mortar busa. Akan tetapi beton mortar busa memiliki nilaikuat tekan dan kuat lentur relatif rendah. Penelitian ini menggunakan bahantambah steel fiber dan agregat slag bertujuan meningkatkan kuat tekan dan kuatlentur beton mortar busa dengan presentase steel fiber 0%, 15%, dan 25% sertapresentase agregat slag 0%, 25%, dan 50%.Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode eksperimentallaboratoris. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dan balok, terdiri dari 3mix desain yaitu mix desain 1 (0% steel fiber dan 0% agregat slag), mix desain 2(15% steel fiber dan 25% agregat slag), dan mix desain 3 (25% steel fiber dan50% agregat slag). Pengujian pada beton mortar busa meliputi kuat tekan dan kuatlentur dengan umur benda uji 7 dan 28 hari.Dari hasil pengujian didapatkan job mix formula beton mortar busa terbaikpada mix desain 3 dengan bahan tambah 25% steel fiber dan 50% agregat slag,diperoleh saat beton umur 28 hari dengan nilai kuat tekan sebesar 15,048 MPa dannilai kuat lentur sebesar 2,395 MPa.Kata Kunci : Agregat slag; Beton Mortar busa; Steel fiber
Analisa Asphalt Concrete Wearing Course Modifikasi Dengan Penambahan Resin Epoxy Dan Serat Baja Dramix Untuk Perkerasan Jalan Azizah, Nisa Ul; Ricardo, Carlen Rama Riska; Mudiyono, Rachmat; Sulistyo, Juny Andry
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur perkerasan jalan memiliki berbagai permasalahan yang dapatmengganggu mobilitas, seperti lubang, dan retak pada jalan. Dengan melihatpeningkatan mobilitas maka dibutuhkan kualitas dan kuantitas jalan yang dapatmemenuhi hal tersebut. Lapis aus (AC-WC) adalah lapis teratas yang kerap kalimengalami retak, lubang keausan dan kerusakan umum lainnya dikarenakanlapisan ini bersentuhan dengan beban dan cuaca secara langsung. Berbagai upayadilakukan untuk meningkatkan kualitas perkerasan aspal beton, salah satunyaadalah melakukan subtitusi material atau melakukan penambahan material untummencari perkerasaan yang memiliki kualitas yang baik. Pada penelitian ini,penulis menggunakan dua penambahan material yaitu resin epoxy dan serat baja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas modifikasi campuran lapisaus AC-WC dengan menggunakan parameter Marshall test. Penelitian ini akanmenggunakan penelitian percobaan (experiment), yaitu penelitian yangdilaksanakan dengan percobaan di laboratorium untuk mengumpulkan data.Selanjutnya, data diproses dengan mempertimbangkan persyaratan atau standarspesifikasi untuk menghasilkan hasil perbandingan yang diinginkan. Hasilpenelitian yang telah dilakukan untuk job mix design pada test Marshall dengankomposisi resin 0%, 2%, 4%, 6% dengan variasi kombinasi serat baja Dramix 0%,2%, 4%, 6% memenuhi spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 revisi ke-2. Hasilpengujian Marshall didapatkan parameter stabilitas tertinggi adalah padakomposisi resin 2% dengan serat baja 4%, hasil stabilitas tertinggi adalah 2159.74kg.Kata Kunci: AC-WC, resin, serat baja, Marshall
Manajemen Risiko Keselamatan Konstruksi Pekerjaan di Atas Jalan Tol (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Bagian Junction Palembang) Praditya, Alfian Restuyudha Adji; Wibowo, Kartono; Sulistyo, Juny Andry
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19012

Abstract

Proyek konstruksi merupakan industri yang unik dan sulit. Biaya dan waktu pelaksanaan yang singkat sering menjadi penyebab tantangan sendiri. Salah satu faktor terpenting dalam sektor konstruksi adalah penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) keduanya memuat peraturan yang tegas tentang K3 di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta metode pengendalian risiko sesuai dengean acuan Australian Standard/New Zealand Standard (AS/NZS) 4360:2004 Risk Management pada Proyek Pembangunan Bagian Junction Palembang. Variabel pada penelitian ini berfokus pada pekerjaan setelah kegiatan erection girder selesai seperti .lantai, parapet, dan aspal. Data diambil dnegan metode wawancara dan pembagian kuisioner kepada responden yang memenuhi persyaratan. Analisa risiko dilakukan dengan metode menyebarkan kuisioner kepada 40 orang responden dengan 72 variabel pernyataan. Variabel yang digunakan sudah melalui tahap uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Sehingga kuisioner dapat dilanjutkan. Setelah itu melakukan perhitungan akan kekerapan dan dampak yang ditimbulkan. Kemudian menghitung nilai tingkat risiko kecelakaan kerja diatas ketinggian. Setelah menghitung nilai tingkat risiko, selanjutnya melakukan pengendalian terhadap risiko tersebut dengan cara eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 72 variabel pernyataan terkait risiko bekerja diatas ketinggian, terdapat 63 risiko tingkat tinggi dan 9 risiko tingkat moderat. Untuk selanjutnya akan dilakukan pengendalian risiko sesuai dengan masing-masing pekerjaan. Contohnya adalah melaksanakan Tool Box Meeting (TBM) harian , memasang rambu peringatan, memakai Full Body Harness, memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, dan lain lain. Harapannya setelah dilakukan pengendalian risiko mampu menurunkan risiko kecelakaan kerja.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Mandiri Melalui Program Bank Sampah di Meruya Selatan Bestari Muin, Resmi; Simatupang, Pintor Tua; Sulistyo, Juny Andry; Indriany, Sylvia; Kinasih, Reni Karno
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1273

Abstract

Sebagian masyarakat Kelurahan Meruya Selatan masih terbiasa membakar sampah rumah tangganya, hal ini menimbulkan polusi udara dan potensi terjadinya kebakaran. Berbagai pihak perlu ambil andil untuk melepaskan kebiasaan membakar sampah di masyarakat, mulai dari pemerintah, pihak swasta, maupun akademisi. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang benar, selain untuk menciptakan pola hidup bersih dan sehat juga untuk mengambil manfaat dari sampah. Yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri melalui program bank sampah pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program untuk melatih masyarakat untuk mandiri dalam mengelola sampah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah mulai dari lingkungan keluarga, melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di RPTRA Meruya Selatan, dan terbukti dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah denganĀ  memilah sampah berdasarkan jenisnya, hal ini terlihat dari survey (kuesioner) yang diisi oleh para peserta.
Pengaruh Penggunaan Glass Powder dan Crab Shell Waste pada Campuran Aspal Wearing Course (AC-WC) untuk Perkerasan Jalan Nihaya, Isna Zahrotul; Nurjanah, Sinta Mutmainatun; Sulistyo, Juny Andry
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6492

Abstract

Meningkatnya produksi limbah akibat aktivitas manusia menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan karena dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara serta berdampak negatif terhadap keberlanjutan ekosistem dan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pemanfaatan limbah sebagai bahan alternatif dalam bidang teknik sipil, khususnya pada konstruksi perkerasan jalan, guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal panas serta pengaruhnya terhadap karakteristik Marshall. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi penambahan glass powder sebesar 0%, 2%, 4%, dan 8%, serta crab shell waste sebesar 0%, 1%, 3%, dan 5%. Seluruh proses pengujian dilaksanakan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Semarang menggunakan metode Marshall Test untuk mengevaluasi parameter stabilitas, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VIM, VMA, stabilitas, dan flow tertinggi diperoleh pada campuran dengan variasi glass powder 8% dan crab shell waste 3%, yaitu masing-masing sebesar 4,82%; 21%; 1055,52 kg; dan 3,70 mm. Sementara itu, nilai VFB tertinggi sebesar 80,20% diperoleh pada campuran glass powder 0% dan crab shell waste 3%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah glass powder dan crab shell waste berpotensi meningkatkan kinerja campuran aspal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Bangkirai dan Pasir Karjon terhadap Karakteristik Marshall Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Berliana, Adela; Oktavia, Shinta Dwi; Sulistyo, Juny Andry
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6655

Abstract

Perkerasan jalan umumnya menggunakan lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai lapisan aus yang berfungsi menerima beban lalu lintas secara langsung serta melindungi lapisan struktur di bawahnya dari pengaruh cuaca dan air. Peningkatan volume dan beban kendaraan menuntut campuran AC-WC memiliki stabilitas, fleksibilitas, dan durabilitas yang baik. Di sisi lain, penggunaan material konvensional secara terus-menerus berpotensi meningkatkan eksploitasi sumber daya alam, sehingga diperlukan inovasi material alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah serbuk kayu bangkirai sebagai bahan tambah dan pasir karjon sebagai substitusi sebagian agregat halus terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pembuatan 48 benda uji berdasarkan variasi kadar pasir karjon 0%, 2%, 4%, dan 6% serta limbah serbuk kayu bangkirai 0%, 1%, 3%, dan 5%. Pengujian Marshall dilakukan untuk memperoleh parameter VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variasi campuran memenuhi persyaratan teknis. Komposisi optimum diperoleh pada campuran 2% pasir karjon dan 5% limbah serbuk kayu bangkirai (P2S5%) dengan nilai stabilitas 958,14 kg, flow 3,13 mm, VIM 3,85%, VMA 22,37%, VFB 82,78%, dan Marshall Quotient 305,90 kg/mm. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan material alternatif tersebut efektif meningkatkan kinerja campuran AC-WC serta berpotensi mendukung konstruksi perkerasan jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Evaluation of Pilot Ladder Safety Systems Using a Checklist Approach: Case Study on MV Westerdam and MV Hao Qiang 57 at Tanjung Perak Port Narko, Narko; Wahyudi, Slamet Imam; Sulistyo, Juny Andry
ASTONJADRO Vol. 15 No. 1 (2026): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v15i1.21338

Abstract

Pilot ladder operations are a critical component of pilotage services and inherently involve high safety risks. Although international standards such as SOLAS and ISO 799-1 provide strict guidelines, accidents continue to occur due to technical limitations, human factors, and managerial deficiencies. This study assesses the pilot ladder safety systems on Cruise Ship MV Westerdam and Cargo Ship MV Hao Qiang 57 at Tanjung Perak Port. A descriptive qualitative approach was employed using a safety checklist, short interviews, and limited observations, focusing on six aspects: ladder condition, safety fittings, lighting, cleanliness, usage, and maintenance. The results show that MV Westerdam achieved full compliance (100%) with all safety standards, supported by complete maintenance records and regular crew training. In contrast, the MV Hao Qiang 57 demonstrated only 70% compliance, with key deficiencies in the availability of safety harnesses, updated crew training, and maintenance documentation. These findings indicate that pilot ladder safety cannot be ensured solely through the physical conditions of the ladder but requires an integrated approach encompassing technical, human, and managerial dimensions. MV Westerdam illustrates best practices in implementing safety systems, while MV Hao Qiang 57 highlights critical areas for improvement. Overall, this study provides both theoretical contributions to maritime safety literature and practical recommendations for enhancing safety systems in Indonesian ports.