Persaingan yang semakin ketat pada industri manufaktur subsektor makanan dan minuman menuntut perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan sebagai upaya menarik perhatian investor di pasar modal. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan kinerja keuangan dan prospek bisnis yang cerah, yang salah satunya dapat diukur melalui rasio Price to Book Value (PBV). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Asset (ROA), dan Asset Growth terhadap PBV pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI),. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER dan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan Asset Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Secara simultan, DER, ROA, dan Asset Growth berpengaruh signifikan terhadap PBV dengan nilai koefisien determinasi sebesar 81,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Debt to Equity Ratio dan Return On Assetl memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai perusahaan, sementara pertumbuhan aset belum tentu direspons positif oleh pasar. Implikasi penelitian ini memberikan masukan bagi manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan Debt to Equity Ratio dan Return on Asset guna meningkatkan nilai perusahaan.
Copyrights © 2026