Perkerasan jalan umumnya menggunakan lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai lapisan aus yang berfungsi menerima beban lalu lintas secara langsung serta melindungi lapisan struktur di bawahnya dari pengaruh cuaca dan air. Peningkatan volume dan beban kendaraan menuntut campuran AC-WC memiliki stabilitas, fleksibilitas, dan durabilitas yang baik. Di sisi lain, penggunaan material konvensional secara terus-menerus berpotensi meningkatkan eksploitasi sumber daya alam, sehingga diperlukan inovasi material alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah serbuk kayu bangkirai sebagai bahan tambah dan pasir karjon sebagai substitusi sebagian agregat halus terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pembuatan 48 benda uji berdasarkan variasi kadar pasir karjon 0%, 2%, 4%, dan 6% serta limbah serbuk kayu bangkirai 0%, 1%, 3%, dan 5%. Pengujian Marshall dilakukan untuk memperoleh parameter VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variasi campuran memenuhi persyaratan teknis. Komposisi optimum diperoleh pada campuran 2% pasir karjon dan 5% limbah serbuk kayu bangkirai (P2S5%) dengan nilai stabilitas 958,14 kg, flow 3,13 mm, VIM 3,85%, VMA 22,37%, VFB 82,78%, dan Marshall Quotient 305,90 kg/mm. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan material alternatif tersebut efektif meningkatkan kinerja campuran AC-WC serta berpotensi mendukung konstruksi perkerasan jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026