Dinamika pembangunan global telah memicu perubahan signifikan pada struktur sosial dan demografi pedesaan melalui proses modernisasi dan migrasi tenaga kerja ke wilayah perkotaan. Kondisi ini menimbulkan tantangan kompleks bagi keberlanjutan pendidikan pedesaan, terutama terkait perubahan peran tenaga pendidik dalam menghadapi fenomena left-behind children akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi peran tenaga pendidik sebagai agen perubahan dalam konteks pendidikan pedesaan yang terdampak modernisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan secara sistematis dari berbagai basis data jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik pendidikan pedesaan, migrasi, dan inovasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga pendidik di pedesaan dituntut untuk bertransformasi dari peran tradisional sebagai pengajar menjadi fasilitator pembelajaran, kurator sumber belajar digital, serta mentor sosial-emosional bagi peserta didik. Strategi pembelajaran adaptif seperti Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan perkembangan teknologi modern. Namun demikian, keberlanjutan pendidikan di pedesaan masih menghadapi kendala struktural berupa kelembagaan pendidikan yang kurang fleksibel serta pergeseran pola asuh masyarakat akibat disrupsi sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi tripartit antara profesionalisme tenaga pendidik, kelembagaan pendidikan yang responsif, dan pola pengasuhan keluarga yang suportif dalam membangun model pendidikan berbasis ekosistem yang resilien tanpa menghilangkan jati diri sosiokultural pedesaan.
Copyrights © 2026