Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TYPE OF ERROR IN COMPLETING MATHEMATICAL PROBLEM BASED ON NEWMAN"™S ERROR ANALYSIS (NEA) AND POLYA THEORY Winarso, Widodo; Wahid, Sirojudin; Rizkiah, Rizkiah
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 13, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.542 KB) | DOI: 10.26418/jpmipa.v13i1.44765

Abstract

This study disscusses student"™s errors in completing mathematical problems based on Newman"™s Errror Analysis and Polya Theory. The study uses a qualitative descriptive approach. The subject of this study are 78 students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cirebon. The study uses tests and interviews as data collection techniques. Students take a test to determine their mathematical ability, and the test uses sequence and series as subjects. There are 3 phases in collecting data: data reduction, data presentation, and conclusion. Outline of Error analysis is created using five types of student mathematical error of Newman's Error Analysis and four types of student mathematical error of Polya Theory. The study results based on Newman's Error Analysis are errors reading by 1%, error understanding by 0%, error transforms by 3%, error processing ability by 5%, and error encoding by 7%. As the result of the study based Polya theory, errors when understanding the problem by 31%, errors when devising a plan by 11%, errors when carrying out the plan by 9%, and errors when Looking back by 33%. The result of the interview shows that the error occurs when students don"™t do calculations carefully, don"™t learn the formula, and cannot distinguish between sequence and series. Students also have a lack of understanding when completing the problem about compound interest.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Desa Pasca Kebijakan Dana Desa Rizkiah, Rizkiah; Sudrajat, Ajeung Syilva Syara Noor Silmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan ekonomi Perempuan desa dalam konteks implementasi kebijakan Dana Desa di Indonesia. Meskipun Dana Desa sejak 2015 telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar bagi Pembangunan desa, Sebagian besar penggunaannya masih berfokus pada infrastruktur fisik dibandingkan program pemberdayaan, khususnya yang ditujukan bagi Perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui study literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber sekunder seperti artikel jurnal, laporan pemerintah, dan publikasi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang telah dilakukan meliputi pelatihan keterampilan, dukungan modal usaha, pembentukan kelompok usaha Perempuan, serta pemanfaatan pemasaran digital. Strategi tersebut berhasil meningkatkan kapasitas dan partisipasi Perempuan desa, namun masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan jaringan pemasaran, rendahnya literasi digital, serta pengaruh budaya patriarki yang membatasi peran Perempuan. Tingkat partisipasi Perempuan dalam Pembangunan desa baru menccapai tahap partnership menurut kerangka Arnstein, belum sampai pada Tingkat citizen control. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberdayaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan Pembangunan yang responsif gender, penguatan kapasitas, serta sinergi lintas kelembagaan. Temuan ini menegaskan pentingnya mainstreaming gender agar Perempuan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam Pembangunan.
Keterampilan Dasar Proses Sains Siswa Melalui Model Pembelajaran Environmental Learning Fitriah, Fitriah; Fauziah, Nurul; Sulistiyowati, Sulistiyowati; Rizkiah, Rizkiah
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali data terkait keterampilan dasar proses sains siswa melalui model pembelajaran Environmental Learning dengan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat keterampilan dasar proses sains siswa yang dinilai melalui kegiatan pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Environmental Learning. Adapun subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V di  MI Negeri  Hulu Sungai Selatan yang berjumlah 29 orang. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah keterampilan dasar proses sains siswa melalui model-model pembelajaran Environmental Learning dengan menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan dasar proses sains siswa MI Negeri 2 Hulu Sungai Selatan pada indikator observasi dan klasifikasi sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas pada masing-masing indikator yakni observasi sebesar 76,73 berada pada kategori “Baik”, dan indikator mengklasifikasi dengan rata-rata kelas sebesar 81,20 berada pada kategori “Sangat Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar proses sains siswa berada pada kategori “baik” dan model Environmental Learning ini dapat digunakan dalam pembelajaran IPA terutama untuk mengetahui tingkat keterampilan proses sains.
EMOSI SEHAT, HIDUP BAHAGIA: MINDFULNESS UNTUK REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA Arief Abdillah, Anang; Syawaliah Putri, Ayu; Rizkiah, Rizkiah; Amalia, Nadiya; Fakhriya Kemal, Anurra; Virly Wirasasti, Shafina; Nurul Ramadhani, Cici
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7613

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of mindfulness based on deep breathing techniques in improving emotional regulation abilities among university students who often face academic and social pressures. A total of 12 students in Samarinda were divided into two groups: experimental and control. The experimental group underwent a mindfulness training based on deep breathing for five consecutive days, with each session lasting 30 minutes. The study employed a pretest-posttest control group design, using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) as the instrument. Statistical analysis showed a significant improvement in emotional regulation in the experimental group before and after the intervention (t = -3.824, p = 0.012). Additionally, the experimental group showed a significant difference compared to the control group (t = -2.398, p = 0.037), with a mean difference of -8.333. These findings confirm that mindfulness training based on deep breathing is effective in enhancing emotional regulation in students, and can help them manage academic and social pressures more adaptively ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mindfulness berbasis deep breathing dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi mahasiswa yang sering menghadapi tekanan akademik dan sosial. Sebanyak 12 mahasiswa di Samarinda dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pelatihan mindfulness berbasis deep breathing selama lima hari berturut-turut, dengan durasi setiap sesi 30 menit. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design, dengan menggunakan instrumen Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam regulasi emosi pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah intervensi (t = -3.824, p = 0.012). Selain itu, kelompok eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelompok kontrol (t = -2.398, p = 0.037), dengan selisih rata-rata skor sebesar -8.333. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan mindfulness berbasis deep breathing efektif dalam meningkatkan regulasi emosi mahasiswa, serta dapat membantu mereka mengelola tekanan akademik dan sosial dengan lebih adaptif.
Transformasi Tenaga Pendidik sebagai Agen Perubahan: Studi Literatur Mengenai Dinamika Pendidikan dalam Menghadapi Migrasi dan Modernisasi Pedesaan Rizkiah, Rizkiah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6704

Abstract

Dinamika pembangunan global telah memicu perubahan signifikan pada struktur sosial dan demografi pedesaan melalui proses modernisasi dan migrasi tenaga kerja ke wilayah perkotaan. Kondisi ini menimbulkan tantangan kompleks bagi keberlanjutan pendidikan pedesaan, terutama terkait perubahan peran tenaga pendidik dalam menghadapi fenomena left-behind children akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi peran tenaga pendidik sebagai agen perubahan dalam konteks pendidikan pedesaan yang terdampak modernisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan secara sistematis dari berbagai basis data jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik pendidikan pedesaan, migrasi, dan inovasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga pendidik di pedesaan dituntut untuk bertransformasi dari peran tradisional sebagai pengajar menjadi fasilitator pembelajaran, kurator sumber belajar digital, serta mentor sosial-emosional bagi peserta didik. Strategi pembelajaran adaptif seperti Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam mengintegrasikan potensi lokal dengan perkembangan teknologi modern. Namun demikian, keberlanjutan pendidikan di pedesaan masih menghadapi kendala struktural berupa kelembagaan pendidikan yang kurang fleksibel serta pergeseran pola asuh masyarakat akibat disrupsi sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi tripartit antara profesionalisme tenaga pendidik, kelembagaan pendidikan yang responsif, dan pola pengasuhan keluarga yang suportif dalam membangun model pendidikan berbasis ekosistem yang resilien tanpa menghilangkan jati diri sosiokultural pedesaan.