Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan, salah satunya penurunan kemandirian dalam pemenuhan aktivitas sehari hari. Perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dialami lansia dapat menyebabkan ketergantungan terhadap orang lain. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia mempertahankan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di Kelurahan Tondo wilayah kerja Puskesmas Talise. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Kelurahan Tondo wilayah kerja Puskesmas Talise dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kemandirian lansia (ADL). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari hari dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,625 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Lansia dengan dukungan keluarga baik dan sangat baik cenderung memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi dibandingkan lansia dengan dukungan keluarga kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari hari di Kelurahan Tondo wilayah kerja Puskesmas Talise. Keluarga diharapkan dapat meningkatkan dukungan kepada lansia, dan puskesmas disarankan untuk mengembangkan program pelayanan kesehatan yang melibatkan keluarga dalam upaya meningkatkan kemandirian lansia.
Copyrights © 2026