Pertumbuhan layanan transportasi online di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin pesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital. Hal ini tercermin dari nilai Gross Merchandise Value (GMV) sektor transportasi online yang meningkat dari Rp37,7 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp166 triliun pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya intensitas penggunaan layanan berbasis aplikasi, termasuk GoRide, sehingga perusahaan perlu memahami faktor-faktor yang dapat mendorong konsumen untuk melakukan penggunaan ulang layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh experiential marketing terhadap repurchase intention melalui brand trust sebagai variabel intervening serta menguji pengaruh persepsi risiko terhadap repurchase intention pada konsumen GoRide di Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Form kepada 180 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS Versi 4.1.1.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust maupun repurchase intention. Brand trust juga terbukti berperan dalam memediasi secara parsial hubungan antara experiential marketing dan repurchase intention. Sementara itu, persepsi risiko memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap repurchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman layanan dan kepercayaan terhadap merek menjadi faktor penting dalam mendorong niat penggunaan ulang layanan transportasi online.
Copyrights © 2026