Penelitian ini membahas mengenai bagaimana Indonesia menggunakan perdagangan berkelanjutan sebagai alat diplomasi ekonomi di tengah dinamika ekonomi politik internasional. Hasil penelitian menemukan bahwa norma keberlanjutan saat ini telah menjadi bagian penting dalam sistem perdagangan multilateral. Hal ini tidak saja meningkatkan biaya ekspor, tapi juga berpengaruh besar pada kelangsungan perusahaan Indonesia di pasar global, termasuk daya saing beberapa komiditi penting seperti udang, pulp dan kertas, hingga tuna. Norma keberlanjutan sebenarnya bukan saja tantangan secara eksternal. Namun juga merupakan persaingan dalam bentuk regulasi ekonomi yang membuat Indonesia harus mampu beradaptasi dan membentuk kebijakan yang terkoordinasi. Penelitian ini menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak saja bersifat adaptif dan reaktif, tapi lebih dari itu untuk aktif terlibat secara strategis. Salah satunya dengan memanfaatkan forum multilateral, aktif dalam negosiasi sektoral, serta terlibat langsung dalam pembentukan aturan. Lebih lanjut, perdagangan berkelanjutan bukan saja mengenai kepatuhan terhadap regulasi, namun telah berkembang menjadi senjata diplomasi strategis yang dapat berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia, membuka akses pasar, serta menambah ruang gerak pembangunan nasional.
Copyrights © 2025