Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial Aisyah, Nur; Marsalena, Nindy Ade; Rita, Wa Ade; Wati, Kristin Lita; Sudarsana, I Wayan; Suhartien, Inten
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v4i3.918

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna implisit terhadap karya sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan sebagai kelompok subaltern dalam perspketif poskolonial oleh G. Spivak yang menyatakan bahwa diantara kelompok yang paling banyak menjadi korban dari kolonialisme adalah kaum perempuan. Data penelitian ini diperoleh dalam karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan seperti; novel Bekisar Merah, novel Ronggeng Dukuh Paruk, dan kumpulan cerita pendek Rusmi Ingin pulang. Teknik pengumpulan data dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan merupakan karya sastra poskolonial yang menunjukan ideologi koloni dalam tubuh pribumi yang melekat dan masih membedakan posisi kelompok seuperior dan inferior, kita (us) dan mereka(them), pusat dan pinggiran dan perempuan selalu menjadi kelompok yang inferior, them, dan terpinggirkan. (2)Karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan sebagai kelompok subaltern merupakan sebuah manipulasi oleh kelompok representative dari subaltern tersebut.
Peran Diplomasi Ekonomi Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Perdagangan Internasional Suhartien, Inten
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1582

Abstract

Ketahanan pangan menjadi tantangan penting bagi Indonesia, terutama karena tingginya ketergantungan pada impor bahan makanan utama seperti beras, gandum, kedelai, gula, dan daging sapi. Kenaikan harga global yang dipicu oleh situasi geopolitik, seperti konflik antara Rusia dan Ukraina, semakin berpengaruh pada stabilitas dalam negeri dengan meningkatkan biaya yang mengganggu rantai pasokan. Data dari periode 2020 hingga 2023 menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam impor pangan strategis, sedangkan ekspor cenderung stagnan. Hal ini mencerminkan adanya keterbatasan dalam kapasitas produksi nasional. Studi ini menyoroti peran penting diplomasi ekonomi sebagai alat strategis untuk mengatasi kerentanan tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui negosiasi perdagangan, peningkatan cadangan pangan, dan kerja sama bilateral dengan negara-negara pemasok. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menekankan pada ekspor dan keterlibatan multilateral, studi ini menjembatani kesenjangan dengan menganalisis hubungan langsung antara diplomasi ekonomi dan ketahanan pangan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kerangka konseptual yang mengaitkan kebijakan ekonomi internasional dengan strategi pangan nasional. Hasil tersebut menekankan betapa pentingnya mengintegrasikan diplomasi ekonomi dalam rencana jangka panjang untuk memajukan kedaulatan pangan di Indonesia.
Perdagangan Berkelanjutan sebagai Instrumen Diplomasi Ekonomi Indonesia Suhartien, Inten
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2360

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana Indonesia menggunakan perdagangan berkelanjutan sebagai alat diplomasi ekonomi di tengah dinamika ekonomi politik internasional. Hasil penelitian menemukan bahwa norma keberlanjutan saat ini telah menjadi bagian penting dalam sistem perdagangan multilateral. Hal ini tidak saja meningkatkan biaya ekspor, tapi juga berpengaruh besar pada kelangsungan perusahaan Indonesia di pasar global, termasuk daya saing beberapa komiditi penting seperti udang, pulp dan kertas, hingga tuna. Norma keberlanjutan sebenarnya bukan saja tantangan secara eksternal. Namun juga merupakan persaingan dalam bentuk regulasi ekonomi yang membuat Indonesia harus mampu beradaptasi dan membentuk kebijakan yang terkoordinasi. Penelitian ini menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak saja bersifat adaptif dan reaktif, tapi lebih dari itu untuk aktif terlibat secara strategis. Salah satunya dengan memanfaatkan forum multilateral, aktif dalam negosiasi sektoral, serta terlibat langsung dalam pembentukan aturan. Lebih lanjut, perdagangan berkelanjutan bukan saja mengenai kepatuhan terhadap regulasi, namun telah berkembang menjadi senjata diplomasi strategis yang dapat berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia, membuka akses pasar, serta menambah ruang gerak pembangunan nasional.