Ketika kekaguman pada selebriti berkembang menjadi obsesi yang selanjutnya dikenal sebagai celebrity worship, fenomena ini semakin meluas di kalangan masyarakat modern, terutama dengan berkembangnya sosial media yang memengaruhi persepsi individu terhadap aspek kehidupan, termasuk pernikahan. Studi ini berfokus pada pengguna media sosial X, yang menunjukkan perilaku obsesif terhadap figur publik dalam kadar yang memengaruhi minat mereka untuk menikah. Mengingat meningkatnya intensitas dan implikasi sosial dari celebriy worship, studi ini ditujukan untuk menganalisis dampak celebrity worship pada penundaan pernikahan di kalangan individu dewasa awal, dengan pendekatan perspektif hukum Islam. Melalui metode pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan berdasarkan wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterlibatan emosional yang mendalam terhadap idola mendorong individu untuk menjadikan figur selebriti sebagai tolak ukur dalam menentukan pasangan. Selain itu, tingginya intensitas aktivitas pengidolaan juga membuat individu lebih fokus pada kehidupan selebriti dibandingkan menjalankan hubungan nyata, sehingga membentuk pola pikir di mana pernikahan bukanlah menjadi prioritas utama dalam kehidupan mereka. Dimana dalam Islam, pernikahan dipandang sebagai ibadah yang penting dan bagian dari penyempurnaan agama. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan reflektif terhadap konsumsi media sosial, serta penanaman nilai pernikahan dalam Islam guna meminimalisir dampak negatif budaya populer terhadap persepsi dan kesiapan menikah. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur studi Islam kontemporer dan psikologi sosial, serta menawarkan perspektif baru untuk memahami implikasi celebrity worship terhadap prioritas hidup dalam kerangka nilai-nilai Islami.
Copyrights © 2025