Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Papua dalam perspektif rasio desentralisasi fiskal, efisiensi, serta keserasian anggaran belanja daerah. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja daerah sebagai indikator kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pemerintah Provinsi Papua selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis pertumbuhan, rasio desentralisasi fiskal, rasio efisiensi keuangan daerah, serta rasio keserasian belanja yang terdiri dari rasio belanja operasi dan rasio belanja modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan PAD dan belanja daerah Provinsi Papua selama periode penelitian mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun, yang mengindikasikan lemahnya kapasitas fiskal daerah. Rasio desentralisasi fiskal menunjukkan kinerja yang masih rendah, dengan kontribusi PAD terhadap total penerimaan daerah berada pada kisaran 8,11 persen hingga 26,75 persen, sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Dari sisi efisiensi, kinerja pengelolaan keuangan daerah menunjukkan kondisi yang bervariasi, di mana pada beberapa tahun anggaran realisasi belanja lebih besar dibandingkan dengan realisasi pendapatan, yang mengindikasikan terjadinya ketidakefisienan anggaran. Sementara itu, analisis keserasian belanja menunjukkan bahwa struktur belanja daerah masih didominasi oleh belanja operasi, sedangkan alokasi belanja modal relatif rendah, sehingga orientasi anggaran belum sepenuhnya mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025