Proses penuaan menimbulkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Berdasarkan data awal di Panti Jompo Kota Parepare, dari 75 lansia terdapat 69 orang yang menderita hipertensi dengan pengobatan yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang efektif, sederhana, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini Adalah untuk mengetahui efektivitas senam kaki diabetik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2025. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan kadar asam urat dan gula darah sewaktu (GDS), serta pelaksanaan senam kaki diabetik secara rutin dan terarah. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada sebagian besar peserta setelah mengikuti senam kaki diabetik. Lansia berusia 60–70 tahun merupakan kelompok terbanyak dengan rentang tekanan darah yang menurun secara signifikan. Selain itu, perempuan memiliki tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebelum intervensi. Kesimpulan: Senam kaki diabetik terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Latihan ini membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot kaki, serta meningkatkan fleksibilitas sendi. Senam kaki diabetik direkomendasikan sebagai program rutin dalam upaya pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2025