Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk di Provinsi Riau yang menjadi habitat penting bagi harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan orangutan. Namun, maraknya perburuan liar dan deforestasi telah mengancam kelestarian satwa dilindungi serta menimbulkan konflik manusia–satwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau dalam upaya pengawasan dan pencegahan perburuan satwa liar melalui penerapan Situational Crime Prevention Theory (SCP) yang dikembangkan oleh Ronald V. Clarke.Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan BBKSDA Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori SCP dilakukan melalui empat strategi utama, yaitu pengawasan patroli rutin, pemasangan kamera tersembunyi (camera trap), edukasi masyarakat lokal, dan penerapan desain lingkungan aman di kawasan konservasi. Strategi ini meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkecil peluang perburuan, serta memperkuat kolaborasi antara BBKSDA, aparat penegak hukum, dan masyarakat.Meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, dan anggaran, penerapan teori SCP terbukti efektif dalam menekan aktivitas perburuan liar, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membangun sistem pengawasan satwa liar yang adaptif dan berkelanjutan di Provinsi Riau.
Copyrights © 2026