Peningkatan produksi jagung nasional menghadapi tantangan dalam aspek sumber daya manusia, khususnya pada kawasan Perhutanan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lebak Jero, Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada petani penerima program Swasembada Pangan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, dengan indikator kebutuhan kekerabatan (relatedness) sebagai faktor pendorong utama. Secara simultan, variabel umur, luas lahan, tingkat pendidikan, lama usahatani, kegiatan penyuluhan, kebijakan pemerintah, dan harga berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dengan koefisien determinasi sebesar 60,7%. Secara parsial, variabel umur berpengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa semakin tua usia petani, motivasi untuk mengelola lahan di area berkontur bukit semakin menurun. Sebaliknya, kegiatan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Sementara itu, variabel kebijakan pemerintah dan harga memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peran penyuluh dan strategi regenerasi petani dalam keberlanjutan usahatani jagung di kawasan hutan.
Copyrights © 2026