Halitosis atau dikenal juga dengan bau mulut yang disebabkan oleh salah satunya bakteri Streptococcus mutans. Upaya untuk mengatasi halitosis yaitu menjaga kebersihan mulut dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis L. mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak dalam bentuk mouthwash yang dapat menghambat bakteri penyebab bau mulut. Pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Kulit jeruk manis diformulasi bentuk sediaan obat kumur dengan variasi konsentrasi 10%; 14% dan 18% serta dilakukan pengujian aktifitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan cakram. Obat kumur yang sudah diformulasi disimpan pada suhu kamar selama 21 hari dan mengamati sifat fisik obat kumur meliputi organoleptis, pengujian kejernihan, pH, bobot jenis dan viskositas. Sifat fisik sediaan obat kumur yang diformulasi menunjukkan hasil yang hampir sama dengan sifat fisik pada sediaan obat kumur yang sudah beredar dipasaran. Untuk sediaan mouthwash pada formula F0 daya hambat sebesar 8 mm dan F1(10%) 10 mm yang termasuk kategori daya hambat sedang sedangkan pada F2 (14%) 12 mm dan F3 (18%)14 mm yang termasuk kategori daya hambat yang kuat. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dengan hasil p>0,005 yang menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara konsentrasi ekstrak dan sediaan mouthwash.
Copyrights © 2026