Kesejahteraan hewan merupakan komponen fundamental dalam sistem produksi ternak berkelanjutan karena berpengaruh signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ternak serta berperan dalam menurunkan risiko penyakit zoonosis. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menilai penerapan manajemen kesehatan dan kesejahteraan hewan pada berbagai sistem usaha peternakan di wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang meliputi peternakan domba, sapi perah, sapi potong, dan burung puyuh. Evaluasi difokuskan pada tingkat pengetahuan peternak, praktik manajemen kesehatan, kepatuhan terhadap prinsip Five Freedoms, serta identifikasi kendala operasional dan strategi perbaikan di tingkat peternakan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya variasi yang cukup besar dalam penerapan manajemen kesehatan dan kesejahteraan hewan antar peternakan. Secara umum, meskipun kesadaran peternak terhadap pentingnya kesejahteraan hewan telah terbentuk, penerapannya masih belum konsisten dan sistematis. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan edukasi peternak, penerapan protokol biosekuriti dan vaksinasi yang terstandar, pemantauan kesehatan secara berkala, serta penguatan kolaborasi dengan instansi terkait guna mewujudkan sistem peternakan yang tangguh, berorientasi pada kesejahteraan hewan, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Copyrights © 2026