Urgensi dalam pemberantasan stunting dan pemenuhan gizi Masyarakat secara mandiri mendorong pengembangan ternak kelinci sebagai penghasil protein hewani alternatif yang potensial dipelihara di lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Program ini dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumedang, yang dipilih karena potensi lahan pertanian dan areal pekarangan yang dimiliki. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data, kajian literatur, sosialisasi teori dasar, dan pelatihan pembuatan kandang kelinci. Program ini dilaksanakan pada Bulan Oktober - Desember 2025 setiap akhir pekan, dengan partisipan anggota karang taruna dan masyarakat setempat. Evaluasi kajian literatur menunjukkan kelinci sangat potensial sebagai solusi kemandirian pangan karena keunggulan reproduksi yang tinggi (menghasilkan hingga 36 ekor panen /tahun) dan kandungan nutrisi yang baik (protein 20,8 gram /100gram daging). Ternak kelinci menjadi pilihan strategis untuk pemenuhan gizi dan kemandirian pangan. Peningkatan pengetahuan manajemen pemeliharaan telah tercapai, namun sosialisasi lanjutan mengenai pengolahan produk dan pemanfaatan limbah kelinci, sangat diharapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan value produk.
Copyrights © 2026