Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Review: Pemanfaatan Herbal sebagai Pakan Aditif Alami dan Pengobatan terhadap Performa Ternak Alhuur, Ken Ratu Gharizah; Nurmeidiansyah, An An; Heriyadi, Denie
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.3543

Abstract

Pelarangan penggunaan Antibiotic growth promotor (AGP) sebagai feed additive untuk meningkatkan produktivitas ternak menyebabkan penelitian untuk mencari pengganti penggunaan AGP banyak dilakukan. Zat metabolit sekunder yang dimiliki herbal berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ternak tanpa menimbulkan efek negative bagi saluran cerna. Hal tersebut menjadi pendorong banyaknya penelitian mengenai pemanfaatan herbal sebagai feed additive alami bagi ternak. Kunyit (Curcuma domestica Val.), jintan hitam (Nigella sativa), dan binahong (Anredera cordifolia) memiliki banyak kandungan zat metabolit sekunder yang menyebabkan ketiga herbal tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai feed additive pada ternak. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai jurnal nasional maupun internasional yang berjumlah 29 sumber literatur. Efek antibakteri, anthelmintic, antiparasite, antiinflamasi,analgesic, dan gastroprotektif telah banyak ditampilkan dari hasil penelitian baik pada objek ternak, yang memberikan pengaruh baik terhadap status kesehatan maupun performa produksi ternak. Cara ekstraksi maupun perlakuan untuk mendapatkan zat metabolit sekunder sangat mempengaruhi jenis dan jumlah zat metabolit sekunder yang didapatkan.
Capacity Building for Sheep Farming Entrepreneurship: Focusing on Potential and Management Aspects at Nurul Hikmah Pondok Pesantren, Sumedang Alhuur, Ken Ratu gharizah; Nurmeidiansyah, An An
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60282

Abstract

Alleviating the problem of unemployment and poverty is being intensively carried out by the Sumedang Regency Manpower Office, one of the ways this is being done is by encouraging people to run businesses in the livestock sector. One of the places that received assistance in the form of 12 Garut sheep and their supporting needs were the students and administrators of the Nurul Hikmah Islamic Boarding School (Ponpes), Wado, Sumedang Regency. The hope is that this Islamic boarding school can provide provision for sheep farming business to its students, so that when they graduate from the Islamic boarding school, they can run a sheep breeding and fattening business which can be a good source of income for them. Collaboration between the Sumedang Regency Manpower Service and the Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University in the form of mentoring activities is very important to equip aid recipients in running their businesses in the future, because the majority of livestock aid recipients do not have any background in animal husbandry at all. The first stage of the mentoring method is carried out by means of lectures and discussions, to explore the knowledge of the participants. The result of this activity was that 90.5% of the participants who were recipients of sheep livestock assistance had no knowledge or background in farming. This mentoring activity is very necessary to ensure the success of the livestock business assistance program in an effort to alleviate the problem of unemployment and poverty in Sumedang Regency.
Manajemen pemeliharaan Domba Garut tipe tangkas dan pedaging Putrayana, Adhira Alfansa; Aulia Miftahunnisa Exa Putriyana2; Nurmeidiansyah, An An
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v12i2.11073

Abstract

Garut sheep, one of Indonesia's leading livestock commodities, has two main types that are distinguished based on their rearing purpose, namely the bantam and meat types. Based on several aspects, the maintenance management between the two types of Garut sheep has quite exciting differences to be highlighted. This study aimed to evaluate the difference between the management of bantam Garut sheep and meat Garut sheep. This research used an internet-based literature study approach based on the Google Scholar, Scopus, and Mendeley application databases. The article search strategy used the keywords "Garut sheep, bantam type, meat type, maintenance system, breed, feed, housing, diseases control, and marketing". Each keyword is linked using the Boolean AND or OR operator. Furthermore, some data are tabulated and interpreted, and discussions are given according to relevant references. The results showed that based on genetic aspects, the bantam type of Garut sheep is larger than the meat type. Meanwhile, based on feed management, bantam-type Garut sheep are served feed of better quality than meat-type Garut sheep. Furthermore, based on housing management, disease control, and marketing aspects, bantam Garut sheep also receive more exclusive treatment and have a different market segment from the meat type. It can be concluded that bantam-type Garut sheep get better maintenance management and have better economic value than meat-type Garut sheep.
Sosialisasi Optimalisasi Produktivitas Domba di Kelompok Peternak Lentera Kirei, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Nurmeidiansyah, An An; Hilmia, Nena; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Widyastuti, Rini
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61258

Abstract

Kesehatan ternak merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan suatu usaha peternakan. Melalui penerapan manajemen kesehatan ternak yang baik dan dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan penyampaian informasi kepada peternak, khususnya bagi peternak yang masih menerapkan pola pemeliharaan tradisional. Salah satu metode penyampaian informasi yang sederhana dan dinilai efektif adalah melalui sosialisasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) inidilaksanakandiKelompok Peternak Domba Lentera Kirei, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan dilakukan dengan melakukan kunjungan secara langsung ke kandang peternak, dan selanjutnya dilakukan sosialisasi dan diskusi mengenai kesehatan hewan, serta observasi dan pemeriksaan fisik terhadap domba. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terungkap bahwa, sebelum dilakukan sosialisasi ternyata mayoritas peternak telah memiliki pengetahuan dan kesadaran yang baik mengenai pentingnya kondisi kesehatan ternak, selain itu peternak juga telah memiliki pemahaman yang baik mengenai bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada domba yang sakit serta kondisi gawat darurat. Sebaliknya, pengetahuan tentang prinsip dasar pencegahan penyakit, pengetahuan tentang jenis penyakit pada domba masih sangat rendah, yaitu antara 30-40 %. Setelah dilakukan sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan peternak terhadap semua parameter, terutama pengetahuan peternak terhadap prinsip dasar pencegahan penyakit, pengetahuan tentang jenis penyakit menular, penyakit tidak menular, dan penyakit reproduksi pada domba.
Identifikasi Sebaran Rumpun dan Pola Warna Bulu Domba Lokal Jantan pada Beberapa Pasar Hewan di Kabupaten Purwakarta Basri, Rachmat Farhan; Indrijani, Heni; Nurmeidiansyah, An An
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.35745

Abstract

Kondisi sebaran rumpun dan pola warna bulu pada suatu wilayah di beberapa pasar hewan relatif seragam.  Hal tersebut cenderung dipengaruhi oleh faktor wilayah dan preferensi peternak di wilayah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan di Kabupaten Purwakarta.  Objek penelitian ini adalah seluruh domba lokal jantan yang ada di pasar hewan Kabupaten Purwakarta.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan melakukan sensus di Pasar Hewan Wanayasa, Bojong, dan Plered.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sebaran rumpun domba lokal jantan yang tersebar di tiga pasar hewan yaitu  Domba Garut sejumlah  24,1%, Domba Priangan sejumlah  75,2%, dan Domba Ekor Tipis sejumlah  0,7%.  Pola warna bulu domba lokal jantan yang tersebar adalah dominan putih sejumlah 85,3%, dominan hitam sejumlah 6,5%, dominan coklat sejumlah 2,3%, dan warna kombinasi sejumlah 5,9%.  Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, domba yang dominan di beberapa pasar hewan yang ada Kabupaten Purwakarta adalah Domba Priangan dengan pola warna bulu putih.Kata Kunci : Rumpun, Pola Warna Bulu, Domba Lokal Jantan, Pasar Hewan
Review: Pemanfaatan Herbal sebagai Pakan Aditif Alami dan Pengobatan terhadap Performa Ternak Alhuur, Ken Ratu Gharizah; Nurmeidiansyah, An An; Heriyadi, Denie
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.3543

Abstract

Pelarangan penggunaan Antibiotic growth promotor (AGP) sebagai feed additive untuk meningkatkan produktivitas ternak menyebabkan penelitian untuk mencari pengganti penggunaan AGP banyak dilakukan. Zat metabolit sekunder yang dimiliki herbal berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ternak tanpa menimbulkan efek negative bagi saluran cerna. Hal tersebut menjadi pendorong banyaknya penelitian mengenai pemanfaatan herbal sebagai feed additive alami bagi ternak. Kunyit (Curcuma domestica Val.), jintan hitam (Nigella sativa), dan binahong (Anredera cordifolia) memiliki banyak kandungan zat metabolit sekunder yang menyebabkan ketiga herbal tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai feed additive pada ternak. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai jurnal nasional maupun internasional yang berjumlah 29 sumber literatur. Efek antibakteri, anthelmintic, antiparasite, antiinflamasi,analgesic, dan gastroprotektif telah banyak ditampilkan dari hasil penelitian baik pada objek ternak, yang memberikan pengaruh baik terhadap status kesehatan maupun performa produksi ternak. Cara ekstraksi maupun perlakuan untuk mendapatkan zat metabolit sekunder sangat mempengaruhi jenis dan jumlah zat metabolit sekunder yang didapatkan.
Pemberantasan Stunting dan Pemenuhan Gizi Masyarakat Melalui Upaya Kemandirian Pangan Berbasis Ternak Kelinci di Lahan Terbatas Alhuur, Ken Ratu gharizah; Nurmeidiansyah, An An; Hidayatullah, Muhammad Riasa
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69147

Abstract

Urgensi dalam pemberantasan stunting dan pemenuhan gizi Masyarakat secara mandiri mendorong pengembangan ternak kelinci sebagai penghasil protein hewani alternatif yang potensial dipelihara di lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Program ini dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumedang, yang dipilih karena potensi lahan pertanian dan areal pekarangan yang dimiliki. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data, kajian literatur, sosialisasi teori dasar, dan pelatihan pembuatan kandang kelinci. Program ini dilaksanakan pada Bulan Oktober - Desember 2025 setiap akhir pekan, dengan partisipan anggota karang taruna dan masyarakat setempat. Evaluasi kajian literatur menunjukkan kelinci sangat potensial sebagai solusi kemandirian pangan karena keunggulan reproduksi yang tinggi (menghasilkan hingga 36 ekor panen /tahun) dan kandungan nutrisi yang baik (protein 20,8 gram /100gram daging). Ternak kelinci menjadi pilihan strategis untuk pemenuhan gizi dan kemandirian pangan. Peningkatan pengetahuan manajemen pemeliharaan telah tercapai, namun sosialisasi lanjutan mengenai pengolahan produk dan pemanfaatan limbah kelinci, sangat diharapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan value produk.
Capacity Building for Animal Science Students in Judging Aspects of Garut Sheep Contests Nurmeidiansyah, An An; Heriyadi, Denie; Alhuur, Ken Ratu gharizah
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.69436

Abstract

Livestock evaluation is an inseparable component of the selection process. Students enrolled in study programs related to animal science must have a good command of the key aspects that serve as important criteria in livestock judging. This issue becomes particularly relevant, given the fact that many students often still experience confusion when they are directly involved applied practice as livestock evaluators or judges. This factual condition indicates they need for capacity-building programs that are not only educational, but also practical and applicable in the operational practice. One simple and effective method of information delivery is through socialization activities, followed by discussions and applied practice. This Community Service Activity (PKM) was conducted at the Faculty of Animal Science, Universitas Padjadjaran, targeting students who participated in the Indonesian Animal Science Student Scientific Meeting (TIMPI) on September 3, 2023. Based on the results of the pretest and posttest, it was revealed that prior to the delivery of the material (socialization), some participants already possessed knowledge and understanding of sheep judging; however, the majority of participants lacked knowledge and understanding regarding the distinctive characteristics of Garut sheep and sheep age estimation. Overall, this activity successfully improved participants knowledge and understanding of the aspects used as criteria in livestock evaluation, particularly those related to judging, the distinctive characteristics of Garut sheep, and sheep age estimation. Nevertheless, despite the observed improvement in knowledge and understanding, continuous mentoring is still required to prepare students to become the next generation of judges in livestock contests within their respective regions.