Perubahan iklim memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran. Studi ini bertujuan mengkaji kerentanan sosial, ekologis, dan kesehatan masyarakat nelayan serta merumuskan strategi adaptasi. Metode pelaksanaan mencakup survei terhadap 100 nelayan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan (89,1%) menyadari perubahan kondisi laut, dengan 95% di antaranya mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Dampak kesehatan berupa munculnya penyakit akibat durasi operasi penangkapan ikan dilaporkan oleh 37,6% responden. Secara sosial, meskipun mayoritas tidak merasakan dampak besar, terdapat peningkatan konflik antar-nelayan (21%). Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemberdayaan ekonomi melalui FGD dengan istri nelayan. Hasilnya, 14 dari 15 peserta berminat membuka usaha kuliner berbasis potensi lokal untuk mendiversifikasi penghasilan keluarga. Simpulan studi ini menegaskan bahwa masyarakat nelayan menghadapi kerentanan multidimensi, sehingga diperlukan diversifikasi mata pencaharian untuk meningkatkan resiliensi. Program tindak lanjut yang direkomendasikan mencakup pelatihan pengolahan hasil laut, workshop pemasaran digital, dan pendampingan akses modal.
Copyrights © 2026