Konsumsi rumah tangga merupakan komponen utama dalam perekonomian yang berperan besar dalam menentukan tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi konsumsi rumah tangga adalah kebijakan pajak, baik pajak langsung maupun pajak tidak langsung. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak terhadap konsumsi rumah tangga dalam kerangka model makroekonomi, khususnya berdasarkan teori konsumsi Keynesian. Metode dalam pembahasan ini difokuskan pada hubungan antara pajak, pendapatan disposabel, daya beli masyarakat, serta Marginal Propensity to Consume (MPC). Pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai terbukti mengurangi pendapatan disposabel rumah tangga sehingga berdampak pada penurunan konsumsi, terutama pada kelompok berpendapatan rendah yang memiliki MPC tinggi. Sebaliknya, penurunan pajak dapat meningkatkan konsumsi melalui peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan, yang selanjutnya mendorong pertumbuhan pendapatan nasional. Selain itu, artikel ini juga membahas perbedaan dampak pajak langsung dan pajak tidak langsung terhadap perilaku konsumsi, serta peran pajak dalam keseimbangan pendapatan nasional dan mekanisme multiplier. Hasil kajian menunjukkan bahwa pajak tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan fiskal yang berpengaruh signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui perubahan pola konsumsi rumah tangga.
Copyrights © 2026