Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pembentukan personal branding dan hubungannya dengan nilai diri pengusaha. Penelitian melibatkan lima pengusaha aktif berusia 20 hingga 35 tahun dan menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data diperoleh melalui wawancara dan analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dan nilai diri, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis terkait konsistensi citra dan identitas diri. Hasilnya menunjukkan bahwa personal branding adalah proses identitas psikologis dan bukan hanya strategi pemasaran.
Copyrights © 2026