Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis pengalaman nyata dalam meningkatkan keberanian, partisipasi, dan perkembangan holistik anak usia dini. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi langsung terhadap dua anak dari kelompok usia berbeda dalam aktivitas konkret, seperti interaksi dengan hewan dan pengenalan buah melalui kegiatan sensorik-motorik. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan pengalaman langsung melalui sentuhan, visual, dan eksplorasi tekstur meningkatkan rasa percaya diri, keberanian mencoba hal baru, serta partisipasi aktif anak. Selain itu, terjadi kemajuan signifikan pada aspek motorik halus, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional, terlihat dari kemampuan mengikuti instruksi, mengenali objek, berkomunikasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual dan bermakna lebih efektif dibandingkan pendekatan abstrak, sehingga experiential learning layak dijadikan strategi utama dalam perancangan pembelajaran PAUD yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak.
Copyrights © 2026