Penelitian ini menganalisis kesalahan siswa dalam menggunakan tense present sederhana dalam menulis teks deskriptif di SMAN 1 Baso. Penguasaan tense present sederhana sangat penting karena merupakan tense dasar yang umum digunakan dalam penulisan deskriptif. Namun, pengamatan awal menunjukkan bahwa banyak siswa masih kesulitan dalam penerapannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan frekuensi kesalahan yang dilakukan siswa ketika menerapkan tense present sederhana dalam menulis teks deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel acak 14 siswa kelas X.2. Data dikumpulkan melalui tes menulis, dan kesalahan diklasifikasikan berdasarkan taksonomi strategi permukaan menjadi penghilangan, penambahan, kesalahan susunan, dan kesalahan pembentukan. Hasil penelitian menunjukkan total 52 kesalahan yang terdiri dari penghilangan (12 kasus atau 23,07%), penambahan (10 kasus atau 19,23%), kesalahan susunan (5 kasus atau 9,63%), dan kesalahan pembentukan (25 kasus atau 48,07%). Kesalahan pembentukan ditemukan paling dominan, menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan bentuk kata kerja yang benar sesuai dengan subjek. Hasil ini menunjukkan perlunya pengajaran tata bahasa yang lebih eksplisit, terutama mengenai kesesuaian kata kerja dan penggunaan kata kerja bantu, untuk membantu siswa mengurangi kesalahan tata bahasa dan meningkatkan ketepatan penulisan mereka.
Copyrights © 2026