Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi Learning Management System (LMS) terhadap kinerja Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Lebak, Banten, dengan menjadikan kapasitas dan kompetensi sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap seluruh 134 TPP yang aktif bertugas. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LMS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapasitas dan kompetensi TPP. Penggunaan LMS terbukti meningkatkan kemampuan belajar mandiri, literasi digital, pengelolaan waktu, pengetahuan substantif mengenai tata kelola desa, keterampilan pendampingan, serta perilaku profesional. Kapasitas dan kompetensi juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja TPP, khususnya dalam pencapaian target pendampingan, ketepatan waktu, kualitas laporan, serta outcome pembangunan desa. Selain itu, kapasitas dan kompetensi berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara implementasi LMS dan kinerja TPP. Pengaruh tidak langsung ini menunjukkan bahwa LMS meningkatkan kinerja tidak secara langsung, melainkan melalui penguatan kapasitas dan kompetensi sebagai mekanisme utama. Temuan ini menegaskan bahwa LMS merupakan instrumen strategis dalam peningkatan profesionalisme dan kinerja TPP, khususnya dalam konteks wilayah dengan tantangan geografis dan digital seperti Kabupaten Lebak.
Copyrights © 2026