Bencana banjir yang melanda Gampong Kubu Peusangan Siblah Krueng, Alue Kuta Jangka Bireuen, Cot Ara Kuta Blang, Lueng Daneun, Kabupaten Bireuen pada Desember 2025 menyebabkan dampak kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penyakit yang muncul pasca banjir melalui sistem surveilans epidemiologi berbasis komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder dari puskesmas di wilayah terdampak selama periode Desember 2025-Januari 2026. Data mencakup kasus penyakit menular, penyakit tidak menular, dan gangguan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kasus diare (268%), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 187%, penyakit kulit 156%, dan leptospirosis 89 kasus. Ditemukan pula peningkatan kasus hipertensi tidak terkontrol (34%) dan gangguan kecemasan (128%). Faktor risiko utama meliputi sanitasi buruk, kepadatan pengungsian, dan akses terbatas ke layanan kesehatan. Sistem surveilans berbasis SMS dan aplikasi mobile terbukti efektif mendeteksi outbreak lebih dini dengan response time rata-rata 4,2 jam. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya penguatan sistem surveilans terintegrasi dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi bencana. Rekomendasi meliputi pembentukan tim respons cepat, penyediaan sarana air bersih, dan program edukasi kesehatan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026