Demam Berdarah Dengue (DBD), yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Karena pengendalian populasi nyamuk sangat penting dalam mengurangi penularan DBD, larvasida banyak digunakan untuk membatasi perkembangbiakan Aedes aegypti. Namun, penggunaan larvasida sintetis seperti abate dalam jangka panjang telah menyebabkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga alternatif alami diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan campuran ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum) dan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dalam membunuh larva Aedes aegypti. Penelitian menggunakan Rancangan Posttest-Only Control Group dengan variasi konsentrasi (0,3% dan 0,9%) dan perbandingan (1:2 dan 2:1). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 0,9% dengan perbandingan 2:1 (dominan tembakau) mencapai angka kematian tertinggi sebesar 87,5%. Senyawa alkaloid, seperti nikotin pada tembakau dan limonoid pada daun jeruk nipis, berperan sebagai neurotoksin dan toksin pencerna bagi larva. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun tembakau dan daun jeruk nipis dapat menjadi larvasida alami yang efektif dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026