Penelitian ini mengkaji fenomena akulturasi budaya dnegan memfokuskan pada mahkota siger sebagai lambang budaya sunda yang diterima dalam tradisi pernikahan adat Jawa di Jambi. Kota Jambi yang bersifat multikultural menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku dan budaya , termasuk suku Jawad an Sunda. Salah satu contoh akulturasi yang mencolok adalah pemakaian siger oleh pengantin wanita Jawa, yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari tradisi mereka. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan narasumber seperti pengantin wanita, perias, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa siger telah mengalami perubahan simbolik dan diterima secar luas sebagai lambang keanggunan, kehormatan, dan identitas budaya yang baru. Media sosial memiliki peran signifikan dalam menyebarkan tren ini dan memfasilitasi kolabirasi budaya dalam acara pernikahan. Akulturasi budaya pada tradisi pernikahan di Kota Jambi tidak hanya menambah ke indahan, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang inklusif dan berkembang.
Copyrights © 2026