The uniqueness in interpretation is one of the factors of intellectual attraction in studying and expanding knowledge of the interpretation of the Qur'an in various regions. One of them is the country of Turkey, which is known as a secular country that stores wealth in its interpretation model. For that, this study attempts to find the uniqueness of one of the works of interpretation in Turkey, namely Tefsiru Cüz'ü Amme by Sulaiman Hilmi Tunahan. A book that significantly influences students at the Sulaimaniyah Islamic boarding school spreads across several regions in Indonesia. This study is a qualitative study with a type of library research sourced from books, journals, and several interpretation books. The results are that Tefsiru Cüz'ü Amme by Sulaiman Hilmi Tunahan is the only interpretation book that still uses its original writing, namely Turkish written in Arabic letters (pegon) and not converted to Latin letters. While other interpretations switched to Latin, according to the rules of the Republic of Turkey government, after the fall of the Ottoman Dynasty. Keunikan dalam penafsiran menjadi salah satu faktor daya tarik intelektual dalam mempelajari dan memperluas pengetahuan akan penafsiran Al-Quran di berbagai wilayah. Salah satunya ialah negara Turki yang dikenal sebagai negara sekuler menyimpan kekayaan pada model penafsirannya. Untuk itu, penelitian ini berusaha menemukan keunikan yang ada pada salah satu karya penafsiran di Turki yakni Tefsiru Cüz’ü Amme karya Sulaiman Hilmi Tunahan. Kitab yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kalangan santri di pondok pesantren Sulaimaniyah yang tersebar di beberapa wilayah di Indonsia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif berupa penelitian kepustakaan yang bersumber pada buku, jurnal, dan beberapa kitab tafsir. Hasil yang didapatkan ialah Tefsiru Cüz’ü Amme karya Sulaiman Hilmi Tunahan merupakan satu-satunya kitab Tafsir yang tetap menggunakan tulisan aslinya yakni berbahasa Turki yang ditulis dengan huruf Arab (pegon) dan tidak dialihkan ke dalam huruf latin. Sementara tafsir lain beralih ke bahasa latin, sesuai dengan aturan pemerintah Republik Turki setelah runtuhnya Dinasti Utsmaniyyah.
Copyrights © 2024