Rahmawati, Adinda Fatimah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Makna Qirādah QS. Al-A’raf Ayat 166 (Analisis Teori Linguistik Transformatif Noam Chomsky) Rahmawati, Adinda Fatimah
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v3i2.48

Abstract

Perkembangan makna kata dalam teks Al-Qur'an sering kali dipengaruhi oleh konteks sosial, sejarah, dan metodologi tafsir yang digunakan. Salah satu kata yang memiliki pemaknaan lebih luas ialah kata qirādah (كِرَادَةٌ) yang terdapat dalam QS. Al-A'raf ayat 166. Makna qirādah sering dipahami secara literal sebagai “kera”, namun pemahaman ini belum mencakup seluruh dimensi makna yang terkandung dalam teks tersebut. Makna luar yang terdapat pada kata qirādah (kera) memiliki kejanggalan terhadap perubahan yang terjadi pada Bani Israil. Sebab, tidak ditemukan fakta sejarah yang membuktikan pernyataan tersebut. Untuk itu, penelitian ini berusaha mengungkap pemaknaan yang mendalam terhadap makna kata qirādah melalui teori linguistik yang digagas oleh Noam Chomsky. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengunakan teori linguistik transformatif yang digagas oleh Noam Chomsky sebagai pisau analisisnya yakni antara deep structure dan surface structure dalam bahasa. Teori ini akan diterapkan untuk menganalisis bagaimana makna qirādah dapat berkembang dalam konteks QS. Al-A'raf 166, dengan memperhatikan perubahan dalam struktur bahasa yang ada pada teks tersebut. Langkah teorinya mencakup analisis struktur kalimat dan transformasi makna yang terjadi dalam pemahaman teks, baik dari sisi linguistik maupun teologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan linguistik transformatif, makna qirādah tidak hanya terbatas pada hukuman fisik berupa perubahan bentuk menjadi kera, tetapi juga dapat dipahami sebagai simbol perubahan moral, sifat, dan sosial yang lebih dalam.
KEUNIKAN TEFSIRU CÜZ’Ü AMME KARYA SULAIMAN HILMI TUNAHAN DALAM KAJIAN TAFSIR AL-QURAN DI TURKI Rahmawati, Adinda Fatimah
Mafatih Vol. 4 No. 2 (2024): Mafatih: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : IAT IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/mafatih.v4i2.4146

Abstract

The uniqueness in interpretation is one of the factors of intellectual attraction in studying and expanding knowledge of the interpretation of the Qur'an in various regions. One of them is the country of Turkey, which is known as a secular country that stores wealth in its interpretation model. For that, this study attempts to find the uniqueness of one of the works of interpretation in Turkey, namely Tefsiru Cüz'ü Amme by Sulaiman Hilmi Tunahan. A book that significantly influences students at the Sulaimaniyah Islamic boarding school spreads across several regions in Indonesia. This study is a qualitative study with a type of library research sourced from books, journals, and several interpretation books. The results are that Tefsiru Cüz'ü Amme by Sulaiman Hilmi Tunahan is the only interpretation book that still uses its original writing, namely Turkish written in Arabic letters (pegon) and not converted to Latin letters. While other interpretations switched to Latin, according to the rules of the Republic of Turkey government, after the fall of the Ottoman Dynasty. Keunikan dalam penafsiran menjadi salah satu faktor daya tarik intelektual dalam mempelajari dan memperluas pengetahuan akan penafsiran Al-Quran di berbagai wilayah. Salah satunya ialah negara Turki yang dikenal sebagai negara sekuler menyimpan kekayaan pada model penafsirannya. Untuk itu, penelitian ini berusaha menemukan keunikan yang ada pada salah satu karya penafsiran di Turki yakni Tefsiru Cüz’ü Amme karya Sulaiman Hilmi Tunahan. Kitab yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kalangan santri di pondok pesantren Sulaimaniyah yang tersebar di beberapa wilayah di Indonsia. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif berupa penelitian kepustakaan yang bersumber pada buku, jurnal, dan beberapa kitab tafsir. Hasil yang didapatkan ialah Tefsiru Cüz’ü Amme karya Sulaiman Hilmi Tunahan merupakan satu-satunya kitab Tafsir yang tetap menggunakan tulisan aslinya yakni berbahasa Turki yang ditulis dengan huruf Arab (pegon) dan tidak dialihkan ke dalam huruf latin. Sementara tafsir lain beralih ke bahasa latin, sesuai dengan aturan pemerintah Republik Turki setelah runtuhnya Dinasti Utsmaniyyah.