Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan penguatan moderasi beragama di sekolah negeri yang seringkali masih bersifat normatif dan belum terkelola secara sistematis dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen kurikulum dapat dioptimalkan sebagai strategi penguatan moderasi beragama melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama telah diintegrasikan dalam dokumen kurikulum, program sekolah, serta perangkat pembelajaran. Secara struktural, manajemen kurikulum mendukung implementasi nilai toleransi, anti kekerasan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Secara kultural, nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui pembiasaan dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Analisis SWOT menunjukkan bahwa dukungan kepemimpinan dan integrasi kurikulum menjadi kekuatan utama, sementara penguatan sistem evaluasi masih perlu dioptimalkan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan kajian manajemen pendidikan serta menjadi rujukan praktik penguatan moderasi beragama yang terstruktur dan berkelanjutan di sekolah negeri.
Copyrights © 2026