Anak penyandang disabilitas adalah sekelompok yang rentan terhadap kekerasan fisik akibat dari ketergantungan pengasuh, stigma social, juga terbatasnya akses terhadap suatu mekanisme perlindungan. Pada penelitian ini, bertujuan untuk melakukan analisis pola kekerasan fisik kepada anak penyandang disabilitas dan melakukan evaluasi peran Unit Pelayanan Disabilitas (UPD) dalam pendampingan korban di tingkat local. Metode pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian adalah jika kekerasan fisik terhadap anak penyandang disabilitas kerap terjadi di lingkungan terdekat, termasuk kepada ranah keluarga. Dalam perspektif viktimologi, kerentanan pada korban diperkuat oleh adanya ketimpangan relasi kuasa dan hambatan komunikasi. UPD memiliki peran penting dalam pendampingan korban melalui dukungan psikososial. Penelitian ini menjabarkan pentingnya pendorongan peran UPD di dalam suatu perlindungan anak penyandang disabilitas di tingkat lokal.
Copyrights © 2025