RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata sudah menerapkan analisis kualitatif pada tahun sebelumnya, tetapi di tahun 2024 proses analisis kualitatif terhenti. Tujuan dari laporan kasus ini untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi tidak terlaksananya analisis kualitatif rekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Wanwancara dan observasi terhadap 4 narasumber dengan menggunkan pendekatan Doneabedian yang melihat dari 3 faktor yaitu, struktur, proses dan hasil. Hasil menunjukan bahwasanya tidak dilaksanakanya analisis kualitatif dilihat dari faktor struktur terjadi karena perubahan struktur organisasi rumah sakit yang mengakibatkan petugas yang menjalankan analsis kualitatif sebelumnya dialihtugaskan, tidak adanya SOP yang khusus dan terperinci juga menjadi faktor tidak dilaksanakannya analisi kualitatif, penerapan RME yang belum 100% juga ikut menjadi faktor penyebab tidak di laksanakanya analisis kualitatif, dilihat dari faktor proses tidak adaya alur kerja yang rinci dan penggunaan checklist sederhana menjadi penghambat analisis kualitatif, dan dari segi hasil menyebabkan kualitas data yang buruk dan akreditasi yang menurun terutama pada standar MRMIK 8 . Tidak terlaksananya analisis kualitatif disebabkan oleh 3 faktor yang berkaitan diantaranya faktor struktur meliputi SDM, kebijakan dan material, faktor proses yaitu proses dan alur analisis kualitatif, serta faktor hasil yang berdampak pada kualitas data dan akreditasi rumah sakit.
Copyrights © 2026