ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil System) adalah salah satu kebijakan yang bertujuan dalam peningkatan daya saing minyak sawit yang dibuat oleh Kementrian Pertanian Indonesia. Hingga saat ini sertifikasi ISPO masih mengalami beberapa hambatan, masalah, tantangan, dan tuntutan. Pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (berkelanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme kelembagaan penyelengaraan sertifikasi ISPO. Tujuan dari penulisan ini ialah memberikan hasil analisis terkait bagaimana perbedaan persepsi petani sawit swadaya yang melakukan standarisasi sertifikasi ISPO dan yang tidak menjalankan sertifikasi ISPO. Penulisan penelitian ini didasarkan pada jenis metode penelitian desktiptif. Hasil temuan penelitian ialah petani sawit swadaya yang mendapatkan program pelatihan sekolah lapang demi mewujudkan sertifikasi ISPO mulai beradaptasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memenuhi standarisasi sertifikasi ISPO. Pengelolaan usahatani kebun sawit pada petani yang mendapatkan program pelatihan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak lembaga penyelenggara, faktor ini juga yang mendorong minat petani dalam memenuhi standarisasi ISPO. Petani sawit swadaya yang tidak melaksanakan standarisasi ISPO masih melakukan penerapan pengelolaan kebun berdasarkan kebiasaan atau kebudayaan yang telah turun temurun, minimnya pengetahuan dan pengenalan terkait kebijakan ISPO pada petani mengakibatkan kurangnya minat petani dalam melakukan standarisasi ISPO.
Copyrights © 2026