Pendapatan petani merupakan faktor penting dalam menunjang kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani. Namun dalam hal ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses produksi, pasar, pendanaan, dan fluktuasi harga. Selain itu, terdapat kesenjangan harga yang diterima petani dengan harga ditingkat hilir karena panjangnya rantai pemasaran. Program kemitraan PT Wilmar Padi Indonesia dengan petani padi hadir sebagai strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan akses sarana produksi, teknologi, pendampingan, dan harga jual yang lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan, pengaruh kemitraan terhadap pendapatan petani, serta faktor-faktor kemitraan yang memengaruhi pendapatan petani mitra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan 60 petani mitra dan 60 petani non mitra yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan perhitungan Slovin. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan merupakan pola sub-kontrak. Uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pendapatan dengan selisih sebesar Rp8.364.458 yang menunjukkan bahwa kemitraan berdampak positif terhadap pendapatan petani. Hasil regresi menunjukkan bahwa secara simultan, variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3), dan komitmen (X4) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani mitra (Y). Secara parsial, hanya variabel variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3) yang berpengaruh signifikan, sedangkan komitmen (X4) tidak berpengaruh signifikan.
Copyrights © 2026