Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Strategi Prioritas Branding Produk Bubuk Kopi Koetjoer Pada Kelompok Tani Republik Tani Mandiri Rayesa, STP. MSi., Neza; Natan Emanuel
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.30

Abstract

Bisnis Kopi menjadi bisnis yang potensial di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat penawaran dan permintaan produk kopi yang tinggi. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh kelompok tani RTM dengan menjual produk bubuk kopi arabika, robusta, serta es kopi susu. Namun, selama kegiatan usaha RTM mengalami beberapa kendala yaitu rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terkait brand Kopi Koetjoer sehingga berpengaruh pada tingkat penjualan produk yang rendah. RTM juga perlu mengatasi persaingan pasar yang ketat. Oleh karena itu, kelompok tani RTM perlu menerapkan strategi dalam meningkatkan tingkat kesadaran brand Kopi Koetjoer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan business model canvas (BMC) dan analytical hierarchy process (AHP). Hasil dari penelitian ini dapat menentukan segmen konsumen produk Kopi Koetjoer yaitu konsumen domestic, berusia 30 tahun keatas dan pencinta kopi. RTM juga telah menerapkan 9 elemen BMC walaupun belum pernah membentuk model bisnis yang terstruktur. Hasil analisis AHP menempatkan strategi optimalisasi media sosial menjadi strategi paling prioritas dengan nilai eigen sebesar 0,504 diikuti dengan strategi peningkatan Kerjasama dengan warung/toko sebesar 0,298 dan strategi perbaikan desain kemasan dengan nilai eigen sebesar 0,198. Penelitian ini memberikan saran kepada kelompok tani RTM yaitu dapat memilih anggota yang fokus mengembangkan media sosial pemasaran, merapikan laporan keuangan, dan membuat model bisnis yang terstruktur.
PENGARUH PROGRAM KEMITRAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MITRA DI PT WILMAR PADI INDONESIA Rayesa, STP. MSi., Neza; Anina Ramadani; Budi Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pendapatan petani merupakan faktor penting dalam menunjang kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani. Namun dalam hal ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses produksi, pasar, pendanaan, dan fluktuasi harga. Selain itu, terdapat kesenjangan harga yang diterima petani dengan harga ditingkat hilir karena panjangnya rantai pemasaran. Program kemitraan PT Wilmar Padi Indonesia dengan petani padi hadir sebagai strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan akses sarana produksi, teknologi, pendampingan, dan harga jual yang lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan, pengaruh kemitraan terhadap pendapatan petani, serta faktor-faktor kemitraan yang memengaruhi pendapatan petani mitra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan 60 petani mitra dan 60 petani non mitra yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan perhitungan Slovin. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan merupakan pola sub-kontrak. Uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pendapatan dengan selisih sebesar Rp8.364.458 yang menunjukkan bahwa kemitraan berdampak positif terhadap pendapatan petani. Hasil regresi menunjukkan bahwa secara simultan, variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3), dan komitmen (X4) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani mitra (Y). Secara parsial, hanya variabel variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3) yang berpengaruh signifikan, sedangkan komitmen (X4) tidak berpengaruh signifikan.