Pemanfaatan teknologi pertanian di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, telah memberikan dampak positif bagi petani, seperti peningkatan produktivitas panen, efisiensi waktu dan tenaga, pengurangan biaya produksi, serta minimnya risiko serangan hama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji persepsi, implementasi, tantangan, dan dampak teknologi pertanian terhadap kearifan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Kecamatan Wates memanfaatkan teknologi pertanian seperti greenhouse, irigasi tetes, dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Namun, masih terdapat tantangan dalam pemanfaatan teknologi pertanian seperti tantangan teknis (keterbatasan akses dan pengetahuan), ekonomis (biaya investasi tinggi), dan infrastruktur (keterbatasan jalan dan listrik). Meskipun demikian, petani tetap melestarikan kearifan budaya lokal, seperti pitungan Jawa dan tradisi cok bakal, yang diintegrasikan dengan teknologi modern, sehingga keduanya dapat berjalan berdampingan tanpa mengurangi nilai budaya lokal.
Copyrights © 2026