Abstrak. Penggunaan media sosial pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial yang meliputi frekuensi, durasi, dan jenis media sosial dengan kesehatan mental siswa di SMA Negeri 9 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner kesehatan mental. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki frekuensi penggunaan media sosial tinggi (50,6%), durasi penggunaan sedang hingga tinggi (83,2%), dan jenis media sosial yang paling banyak digunakan adalah TikTok (37,3%). Selain itu, mayoritas responden berada pada kategori kesehatan mental abnormal (75,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis media sosial (p = 0,486), durasi penggunaan media sosial (p = 0,525), maupun frekuensi penggunaan media sosial (p = 0,625) dengan kesehatan mental siswa. Meskipun demikian, pola distribusi menunjukkan kecenderungan meningkatnya proporsi gangguan kesehatan mental pada siswa dengan penggunaan media sosial yang lebih intens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial belum terbukti berhubungan secara statistik dengan kesehatan mental siswa SMA Negeri 9 Kendari, namun diperlukan perhatian terhadap intensitas penggunaannya. Keywords : Penggunaan media sosial, kesehatan mental, remaja Absctract Social media use among adolescents continues to increase and has raised concerns regarding its potential impact on mental health. This study aimed to analyze the relationship between social media use, including frequency, duration, and type of social media, and the mental health of students at SMA Negeri 9 Kendari. This study employed an analytic observational method with a cross-sectional design. A total of 83 students from grades X, XI, and XII were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected online using questionnaires on social media use and mental health. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that most students had a high frequency of social media use (50.6%), moderate to high duration of use (83.2%), and TikTok was the most frequently used platform (37.3%). Furthermore, the majority of respondents were categorized as having abnormal mental health conditions (75.9%). Bivariate analysis indicated that there was no significant relationship between type of social media (p = 0.486), duration of social media use (p = 0.525), and frequency of social media use (p = 0.625) with students’ mental health status. However, the distribution pattern suggested a tendency toward poorer mental health among students with more intensive social media use. This study concludes that social media use was not statistically associated with students’ mental health, although monitoring and guidance on social media use remain important Keywords : Social Media Use, Mental Health, Adolescents
Copyrights © 2025