Arsitektur kolonial Belanda merupakan salah satu identitas dari gaya bangunan peninggalan masa penjajahan di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik arsitektur kolonial tersebut juga ditemukan di Kabupaten Bireuen yaitu pada bangunan rumah dinas kereta api negara (staatsspoorwegen). Tujuan Belanda menduduki kawasan Bireuen sebagai kota transit untuk lintas transportasi manusia, militer dan perekonomian kolonial. Perlu dipelajari terkait karakteristik arsitektur kolonial pada fasad bangunan staatsspoorwegen sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sejarah arsitektur yang berkembang di Kota Bireuen. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara (snowball sampling). Hasil penelitian menemukan bahwa fasad memiliki keseimbangan yang simetris, pintu dan jendela dengan bukaan tunggal dan ganda, ragam hias dan ornamen pada kepala, badan dan kaki bangunan, memiliki jenis bangunan panggung dan terdapat elevasi ketinggian, cripedoma (trap anak tangga), material bangunan kayu termasuk pintu, jendela dan dinding. Hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi terhadap teori sejarah arsitektur kolonial khususnya yang berlokasi di Aceh. Key Words: Bangunan, Bireuen, Fasad, Karakteristik, Kolonial, Staatsspoorwegen.
Copyrights © 2025