Persoalan yang terjadi dilapangan adalah mantra yang sebagai ciri khas budaya masyarakatjawa sudah tidak lagi dilestarikan, banyak stigma negative melekat tentang mantra, padahal sejatinya mantradisamping merupakan sebagai suatu karya sastra lisan yang indah dan berseni tinggi juga berdaya guna sebagaijalan mencapai tataran spiritual yang lebih tinggi, arif dan bijak dalam menyingkapi segala fenomena yangterjadi dalam segi kehidupan.Penelitian fokus pada fenomena penganut kejawen dengan mantra dan hubungannya terhadap levelspiritual dan relasi transedentalnya (makrokosmos). Untuk mendalami dan melakukan penelitian ini, dilakukandi Provinsi Yogyakarta, karena disinyalir (dengan observasi) masih banyak dari penerus kebudayaan jawa yangmasih eksis secara essensi maupun eksistensi dan mempunyai beberapa paguyuban untuk integritasnya. Penelitianini menggunakan model pendekatan fenomenologi dengan jumlah subjek 1, dan tehnik sample purposive sampling.Pendekatan fenomenologi berkarakter unik dan fenomenal, karena intinya adalah berguru terhadap orang yangmempunyai fenomena tersebut.Keyword : mantra, spiritualisme, sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu
Copyrights © 2016