Diare akut pada anak salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta meningkatkan risiko rawat inap yang lebih lama. Penatalaksanaan diare akut pada anak tidak hanya berfokus pada terapi rehidrasi, tetapi juga memerlukan terapi tambahan mempercepat perbaikan gejala klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kombinasi Zinc dan Probiotik terhadap frekuensi defekasi, lama rawat inap, skor dehidrasi, dan konsistensi feses pada pasien anak yang didiagnosis diare akut di RSU SIS Aljufri Palu Tahun 2025. Metode Penelitian dengan pendekatan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari pasien anak dengan diare akut yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok intervensi mendapatkan kombinasi Zinc dan Probiotik, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan Zinc. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan jenis data. Hasil univariat tunjukkan pasien mayoritas bergizi baik dengan dehidrasi ringan dan tinja diare (80%); antar kelompok, nggak ada beda signifikan di frekuensi BAB (p=0,278), lama rawat (p=0,430), atau dehidrasi (p=0,394), meski dalam kelompok perbaikan nyata (p<0,001), tapi kombinasi unggul di kekentalan tinja (p<0,000). Kombinasi zinc+probiotik tidak unggul signifikan antar kelompok pada frekuensi defekasi (p=0,278), lama rawat (p=0,430), dan dehidrasi (p=0,394) pada 60 anak balita diare akut di RSU SIS Aljufri 2025, meski perbaikan dalam kelompok bermakna (p<0,001); tapi efektif tingkatkan konsistensi feses (p<0,001).
Copyrights © 2026