Gizi kurang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia dan berkaitan erat dengan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal. Berdasarkan laporan kinerja UPTD Puskesmas Singgani bulan Agustus 2025, masih ditemukan 93 kasus gizi kurang (4,8%). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa terhadap berat badan balita dengan gizi kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singgani. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel terdiri atas 32 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan dengan gizi kurang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa diberikan melalui sesi edukasi terstruktur selama tiga minggu. Variabel yang diukur meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, asupan zat gizi makro balita, serta perubahan berat badan balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, peningkatan asupan zat gizi makro, serta perubahan positif berat badan balita setelah intervensi (p < 0,05). Edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa berbasis digital efektif dalam memperbaiki praktik PMBA dan meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang, serta berpotensi menjadi model intervensi gizi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026