Kalimantan Timur memiliki potensi sumber daya mineral kritis yang berperan penting dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju teknologi rendah karbon. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur geologi regional, analisis data eksplorasi dari publikasi teknis dan peta sumber daya mineral, serta interpretasi kondisi geotektonik yang mempengaruhi pembentukan endapan mineral. Telaah kebijakan energi nasional dan strategi hilirisasi turut dilakukan untuk menilai peluang penguatan rantai pasok industri berbasis mineral kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa mineral polimetalik di Kalimantan Timur, seperti nikel, mangan, dan unsur tanah jarang (REE), memiliki prospek signifikan dalam mendukung kebutuhan energi masa depan. Penguatan infrastruktur pengolahan, investasi hilirisasi, dan manajemen lingkungan menjadi faktor utama dalam optimalisasi pemanfaatannya. Dengan pengelolaan yang tepat, daerah ini berpotensi menjadi pusat penyedia mineral strategis nasional yang memperkuat ketahanan energi dan kemandirian teknologi Indonesia.
Copyrights © 2025