Malaria merupakan penyakit infeksi parasit yang terpenting di dunia dengan perkiraan satu miliar orang berada dalam risiko tertular penyakit ini. Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, hal ini terkait dengan kondisi lingkungan daerah yang kebanyakan daerah rawa-rawa yang menjadi tempat potensi nyamuk Anopheles untuk berkembang biak. Secara keseluruhan temuan penderita malaria di Kecamatan Galesong tiga tahun berturut-turut dengan jumlah penduduk yang berisiko 5.611 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubugan perilaku menghindari gigitan nyamuk Anopheles dengan kejadian malaria. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pa’lalakang Kecamatan Galesong Sampel penelitian sebanyak 140 responden yang diambil dengan menggunakan program SPSS dan Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan variabel penggunaan kelmabu, penggunaan kawat kasa, penggunaan obat nyamuk, kebiasaan berada diluar rumah dimalam hari dan penggunaan pakaian lengan panjang tidak memiliki hubungan dengan kejadia nmalaria dikarenakan nilai Ho (p >0,05). Penelitian ini menyarankan kepada masyarakat agar memperbaiki lingkungan dalam rumah seperti memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menggunakan kelambu dan obat nnyamuk waktu tidur, menghindari kegiatan diluar rumah pada malam hari pada jam aktif nyamuk Aopheles mengigit dan memakai pakaian pelindung.
Copyrights © 2025