ABSTRACT A Public Health Laboratory (Labkesmas) is a health laboratory that provides clinical specimen examination and sample testing services to support disease prevention and control efforts and improve public health, adhering to WHO standards. This research is motivated by the importance of laboratory service requirements in the integration of primary health care services, where community health center laboratories serve as Level 1 Labkesmas in Pekalongan City. This study aims to analyze the implementation of the Level 1 Labkesmas implementation policy in Pekalongan City. Grindle's (1980) policy model theory is used as a research framework to assess the extent of implementation of the Level 1 Labkesmas implementation policy in Pekalongan City. This research method used a qualitative approach through in-depth interviews with respondents representing those who were "ready to implement a health laboratory" and those who were "not ready to implement a health laboratory." This research was conducted at Community Health Center (Puskesmas) units (UPT) throughout Pekalongan City, with a population of 14 respondents. The results showed that the policy for implementing a Level 1 Health Laboratory (Labkesmas) within the integration of primary health services was ready to be implemented by the Community Health Centers in Pekalongan City in accordance with health laboratory standards. Data analysis concluded that the policy for implementing a Level 1 Health Laboratory in Pekalongan City has been implemented in accordance with the mandate of the Ministry of Health's policy on implementing a health laboratory according to standards. Keywords: Readiness, Standards Compliance, Public Health Laboratory, Community Health Center. ABSTRAK Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) merupakan laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dan pengujian sampel untuk menunjang upaya pencegahan dan pengendalian penyakit serta peningkatan kesehatan Masyarakat dengan mengacu pada standar WHO. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya persyaratan pelayanan laboratorium dalam integrasi layanan kesehatan primer dimana laboratorium puskesmas menjadi Labkesmas Tingkat 1 di Kota Pekalongan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penyelenggaraan Labkesmas tingkat 1 di Kota Pekalongan. Teori kebijakan model grindle (1980) digunakan sebagai kerangka penelitian untuk menilai sejauh mana implementasi kebijakan penyelenggaraan Labkesmas Tingkat 1 di Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dengan responden yang mewakili hasil wawancara “siap impelementasi labkesmas” dan “tidak siap implementasi labkesmas”. Penelitian ini dilakukan di UPT Puskesmas se-Kota Pekalongan dengan populasi seluruh puskesmas sebanyak 14 responden. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Kebijakan penyelenggaraan Labkesmas tingkat 1 dalam integrasi layanan kesehatan primer sudah siap dilaksanakan oleh Puskesmas di Kota Pekalongan sesuai standar laboratorium kesehatan. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kebijakan penyelenggaraan labkesmas Tingkat 1 di Kota Pekalongan sudah diimplementasikan sesuai dengan amanat kebijakan Kementerian Kesehatan tentang penyelenggaraan labkesmas sesuai standar. Kata Kunci: Kesiapan, Pemenuhan Standar, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Puskesmas.
Copyrights © 2026